Sabtu, 01 September 2012
0
Nampaknya langkah Research In Motion (RIM) semakin tidak menentu, saham serta penjualan produk mereka semakin menurun dari kuartal ke kuartal tahun ini. Sebuah analisa mengatakan bahwa RIM tidak akan mampu berdiri lagi dengan kekuatan sendiri. Satu-satunya cara adalah dengan mencoba melakukan kerjasama dengan pihak luar.
Menurut sebuah analisa dari analis Jefferies & Company bernama Peter Misek, saat ini Android berjaya mengalahkan Windows Mobile dan Symbian dalam perebutan tahta operating system handset. Samsung merupakan vendor yang dapat dikatakan meraih sukses karena menciptakan banyak perangkat handset berbasis Android. Dengan keberhasilan Samsung tersebut, Misek mengatakan bahwa dengan uluran tangan perusahaan raksasa asal Korea Selatan ini maka RIM dapat kembali bangkit.
Analisa Misek tersebut cukup beralasan karena beberapa waktu lalu, RIM berencana untuk mempersilakan Samsung atau HTC mengambil lisensi atas operating system terbaru mereka yaitu BlackBerry 10 OS. "Dengan memberikan lisensi BlackBerry 10 OS ke pihak lain, maka kemungkinan hal tersebut dapat membantu ekosistem dan nafas baru bari RIM," jelas Misek seperti yang dikutip BGR beberapa waktu lalu (05/08).
Thorsten Heins, CEO RIM juga pernah mengatakan kepada The Daily Telegraph bahwa RIM berencana untuk memberikan lisensi BlackBerry 10 OS ke pihak lain yang kompeten. "Kita masih mencari tahu siapa yang pantas akan lisensi tersebut," ungkap Heins.
Jauh sebelum rencana lisensi ini, pada bulan Januari lalu juga terdapat berita yang mengatakan bahwa RIM siap diakuisisi Samsung. Namun, dengan cepat pihak Samsung membantah rumor tersebut. Uniknya, pihak RIM tidak membantah atau membenarkan, perusahaan pencipta BlackBerry ini hanya membiarkan rumor tersebut beredar tanpa memberikan klarifikasi.
Tidak hanya Misek saja yang memiliki pemikiran bahwa Samsung adalah cara paling strategis untuk menghidupkan kembali RIM. Analis lainnya seperti yang dikutip oleh Information Week (09/09) mengatakan "Sekarang RIM membutuhkan partner untuk membantunya berjalan. Banyak yang percaya dalam jangka waktu dekat ini RIM akan melakukan pembicaraan bisnis dengan Samsung terkait lisensi BlackBerry 10 OS."
Dengan diambilalihnya lisensi BlackBerry 10 OS dari RIM oleh Samsung, maka secara tidak langsung dapat menolong RIM kembali meningkatkan penetrasi mereka di pasar mobile. Misek menambahkan bahwa apabila Samsung setuju untuk menerima lisensi BlackBerry 10 OS, tidak menutup kemungkinan bahwa vendor raksasa ini kelak juga berkeinginan untuk mengakuisisi RIM.
"Samsung kemungkinan akan menetapkan langkah mereka selanjutnya setelah perilisan BlackBerry 10 OS dan melihat sebagus mana operating system RIM yang baru tersebut," lanjut Misek. Apakah Samsung memang benar-benar savior atau penyelamat RIM? Bagaimana denganvendor raksasa lain seperti Apple atau Microsoft. Apakah mereka tidak pantas dijadikan saviorbagi RIM?
Hanya Samsung yang dapat selamatkan RIM?

Menurut sebuah analisa dari analis Jefferies & Company bernama Peter Misek, saat ini Android berjaya mengalahkan Windows Mobile dan Symbian dalam perebutan tahta operating system handset. Samsung merupakan vendor yang dapat dikatakan meraih sukses karena menciptakan banyak perangkat handset berbasis Android. Dengan keberhasilan Samsung tersebut, Misek mengatakan bahwa dengan uluran tangan perusahaan raksasa asal Korea Selatan ini maka RIM dapat kembali bangkit.
Analisa Misek tersebut cukup beralasan karena beberapa waktu lalu, RIM berencana untuk mempersilakan Samsung atau HTC mengambil lisensi atas operating system terbaru mereka yaitu BlackBerry 10 OS. "Dengan memberikan lisensi BlackBerry 10 OS ke pihak lain, maka kemungkinan hal tersebut dapat membantu ekosistem dan nafas baru bari RIM," jelas Misek seperti yang dikutip BGR beberapa waktu lalu (05/08).
Thorsten Heins, CEO RIM juga pernah mengatakan kepada The Daily Telegraph bahwa RIM berencana untuk memberikan lisensi BlackBerry 10 OS ke pihak lain yang kompeten. "Kita masih mencari tahu siapa yang pantas akan lisensi tersebut," ungkap Heins.
Jauh sebelum rencana lisensi ini, pada bulan Januari lalu juga terdapat berita yang mengatakan bahwa RIM siap diakuisisi Samsung. Namun, dengan cepat pihak Samsung membantah rumor tersebut. Uniknya, pihak RIM tidak membantah atau membenarkan, perusahaan pencipta BlackBerry ini hanya membiarkan rumor tersebut beredar tanpa memberikan klarifikasi.
Tidak hanya Misek saja yang memiliki pemikiran bahwa Samsung adalah cara paling strategis untuk menghidupkan kembali RIM. Analis lainnya seperti yang dikutip oleh Information Week (09/09) mengatakan "Sekarang RIM membutuhkan partner untuk membantunya berjalan. Banyak yang percaya dalam jangka waktu dekat ini RIM akan melakukan pembicaraan bisnis dengan Samsung terkait lisensi BlackBerry 10 OS."
Dengan diambilalihnya lisensi BlackBerry 10 OS dari RIM oleh Samsung, maka secara tidak langsung dapat menolong RIM kembali meningkatkan penetrasi mereka di pasar mobile. Misek menambahkan bahwa apabila Samsung setuju untuk menerima lisensi BlackBerry 10 OS, tidak menutup kemungkinan bahwa vendor raksasa ini kelak juga berkeinginan untuk mengakuisisi RIM.
"Samsung kemungkinan akan menetapkan langkah mereka selanjutnya setelah perilisan BlackBerry 10 OS dan melihat sebagus mana operating system RIM yang baru tersebut," lanjut Misek. Apakah Samsung memang benar-benar savior atau penyelamat RIM? Bagaimana denganvendor raksasa lain seperti Apple atau Microsoft. Apakah mereka tidak pantas dijadikan saviorbagi RIM?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Responses to “Hanya Samsung yang dapat selamatkan RIM?”
Posting Komentar
Silahkan beri kesan/kritik/saran/pertanyaan di kotak ini: